Tidak ada pandangan salah tentang diri atau jiwa abadi yang permanen dan tidak dapat dihancurkan dalam ajaran Buddha. Hanya ada fenomena batin dan jasmani (yang membentuk suatu makhluk) yang muncul dan lenyap secara sesaat. Dan selama ada kondisi-kondisi sebab-akibat, akan ada aliran tanpa henti dari muncul dan lenyapnya fenomena terkondisi yang sesaat. Bergantung pada berbagai kondisi sebab akibat, seperti ketidaktahuan, keinginan akan kelahiran, kemelekatan, kamma dan lenyapnya fenomena batin dan jasmani dari momen sebelumnya di kehidupan lampau, yang menyebabkan munculnya fenomena batin dan jasmani di momen berikutnya pada kehidupan berikutnya.
Demikianlah awal dari kehidupan baru. Ajaran Buddha bebas dari diṭṭhi (pandangan salah tentang diri), dan bebas dari dua pandangan ekstrem tentang pemusnahan dan keabadian, serta pandangan salah tentang keadaan antara (antarabhava-diṭṭhi).